Tag Archives: motivasi

LIFE IS NOT A COMPETITION

LIFE IS NOT A COMPETITION
By Harmanto Haroen

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib; yang sedang melewati sebuah lembah yang diberi nama _Lembah Lolipop_, karena di lembah itu penuh dengan permen lollipop yang beraneka ragam. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama-sama.

Di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak sekali permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa dan rupa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatannya.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.

Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak di depannya.

Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis; maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah Lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan ” *Selamat Jalan* “. Itulah _batas akhir lembah Lolipop_.

Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana perjalanan kamu di lembah Lolipop ?? Apakah permen-permennya lezat ?? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk ??”.
“Itu rasa yang paling disenangi banyak orang. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga ?? Itu juga sangat lezat !!”.

_Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi_.

Ia merasa _sangat lelah_ dan _kehilangan banyak tenaga_.
Ia telah *berjalan* _sangat cepat_ dan *membawa* _begitu banyak_ permen lolipop yang _terasa berat_ di dalam tas karungnya.

Ia terhenyak dengan pertanyaan tsb.
Ia pun menjawab : “Eeemmmm……… permennya _belum dimakan sama sekali_ ; saya *sibuk mengumpulkan permennya* sehingga *lupa untuk mencicipi permen* tsb”.

Tak berapa lama kemudian Bib sampai di ujung jalan lembah Lolipop.

“Hai, Bob! kamu berjalan cepat sekali.. Saya memanggil-manggil kamu, tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.”

“Kenapa kamu memanggil saya?” tanya Bob.

“Saya ingin mengajak kamu _duduk dan makan permen anggur bersama_. Rasanya enak sekali. Juga saya _menikmati pemandangan lembah_; indah sekali !!”.

Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.
“Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. _Kami makan bersama_ dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. _Kami tertawa bersama_. Setelah itu dia menceritakan juga ada _beberapa permen-permen langka_ yang bisa diambil hanya _jika kita tau lokasi permen tersebut_. Permen langkanya luar biasa loh. Nah lihatlah ini”.
Bib memperlihatkan permen langka yang _bentuk serta rasanya luar biasa_; yang jika diberi nilai maka nilainya _100 x dari permen biasa_.

Mendengar cerita Bib; Bob menyadari _betapa banyak hal yang telah ia lewatkan_ dari lembah Lolipop yang sangat indah tersebut. Ia _terlalu sibuk_ mengumpulkan permen-permen itu.

Ia sampai _lupa memakannya_ dan _tidak punya waktu_ untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah Lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, “Perjalanan ini bukan tentang *berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan*; tapi tentang *bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia*”.

Ia pun berkata dalam hati, ” *Waktu tidak bisa diputar kembali*” Perjalanan di lembah Lolipop *sudah berlalu* dan Bob pun harus *melanjutkan kembali perjalanannya*.

Dalam kehidupan kita; _banyak hal_ yang ternyata kita _lewati begitu saja_. Kita lupa untuk _berhenti sejenak_ dan _menikmati kebahagiaan hidup_. *Kita* menjadi Bob dilembah Lolipop yang *sibuk mengumpulkan permen dan lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia*.

Banyak orang yang ketika melihat peluang; mereka menjadi _serakah_ dan _makin serakah_.
Seluruh hidupnya _terfokuskan_ hanya untuk _mengumpulkan_ hal tsb. sehingga hidupnya menjadi _lelah_, dan tidak sedikit orang menjadi sakit bahkan meninggal.

Ingatlah bahwa *hidup ini bukan sebuah pertandingan* !!!!

Sekalipun pertandingan, _bukan masalah menang atau kalahnya yang terpenting_; melainkan *bagaimana kita menikmati pertandingannya*; itu lah yang terpenting !!!!.

Pernahkan Anda bertanya; _kapan waktunya untuk merasakan bahagia_ ????

Banyak orang yang jika ditanyakan pertanyaan ini akan menjawab demikian; “Saya akan bahagia *nanti*………………….. Nanti pada waktu saya sudah menikah……..
Nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri…….. Nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya…….. Nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya…….. Nanti pada saat penghasilan saya sudah sangat besar……..

Pemikiran *’nanti’* itu membuat kita bekerja *sangat keras* di saat *’sekarang’*; lupa istirahat, lupa waktu !!!!

Semuanya itu supaya kita *bisa mencapai* apa yang kita *konsepkan* tentang masa bahagia (Masa depan / Nanti).
Terkadang jika kita *renungkan* hal tsb., ternyata kita telah *mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini* untuk *masa ‘nanti’*. *Ritme kehidupan* kita menjadi *sangat cepat* tapi rasanya *tidak pernah sampai di masa ‘nanti’* itu.

*Ritme hidup yang sangat cepat*…; *target-target tinggi* yang *harus kita capai*…….., yang anehnya *kita sendirilah yang membuat semua target itu*…..; tetapi semuanya itu *tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan*.

Uniknya, pada saat kita *memperlambat ritme kehidupan kita*; _pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan rumah_, _pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak cucu kita_,
_pada saat makan malam bersama keluarga_,
_pada saat kita duduk bermeditasi_ atau _pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir_; *terasa hidup ini menjadi lebih indah*.

Jika saja kita mau memperlambat ritme _hidup kita_ dengan penuh kesadaran; memperlambat ritme _makan kita_, memperlambat ritme _jalan kita_ dan _menyadari setiap gerak tubuh kita_ .
Kita _berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak_ bahkan _menyadari setiap hembusan nafas_; maka kita akan menyadari *begitu banyak detail kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri*.

Kita akan merasakan *ritme yang berbeda* dan *kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang*.

Dan _pada akhirnya_ akan membawa kita menjadi *lebih bahagia dan bersyukur* seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah Lolipop.

_”Happiness is a journey, not a destination.”_
*Ben Sweetla*

Selamat Pagi Frens!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Artikel

Bergaul Dengan Orang yang Berprestasi

Pelikan : burung penangkap ikan yang ulung, tp di Montereya – California hal spt ini tidak terjadi.

Di kota ini burung pelikan tdk perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan karena banyak sekali pabrik pengalengan ikan, ber-tahun2 mereka berpesta dengan ikan yg berserakan.

Hal yg menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis dan pabrik pengalengan mulai tutup, burung tsb mengalami kesulitan.

Karena ber-tahun2 tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pecinta lingkungan hidup berusaha keras menyelamatkan mereka, berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah.

Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung pelikan dari daerah lain, yaitu :

“pelikan yg berburu ikan setiap hari”.

Pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan setempat, hasilnya luar biasa pelikan baru tersebut segera berburu ikan dengan giatnya.

Perlahan pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga, akhirnya pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia menjelaskan bhw :

manusia belajar dr panca inderanya:
– 1% dari rasa,
– 1½ % dari sentuhan,
– 3½ % dari penciuman,
– 11% dari pendengaran,
– 83% dari penglihatan.

John C. Maxwel, pakar kepemimpinan
surveinya membuktikan:

“Bagaimana seorang menjadi pemimpin?”

– 5% akibat dari sebuah krisis,
– 10% adalah karunia alami,
– 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.

Demikian halnya jika kita ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah:

A. Bergaul dg orang yang berprestasi.
B. Perhatikan :
– cara mereka bekerja,
– teladani hidup mereka,
– pelajari cara berpikir mereka,
– dan lihat bagaimana mereka mengambil keputusan penting.

Have a nice day
Tetap Semangat…
Terus Bertumbuh…
Dan Terus Belajar…

Semangat Pagi Frens!

Sumber: dari sebuah group WA

Leave a comment

Filed under Artikel

MENTAL MISKIN TETAP MISKIN

MENTAL MISKIN TETAP MISKIN

A: “Mas, apakah bisa bantu saya dapat pekerjaan”

B: “Oke, apa pekerjaan yang diinginkan?”

A: “Apa saja deh mas, yang penting kerja”

B: “Ok, mungkin saya bisa minta kolega saya untuk kamu jadi sales disana”

A: “Kalau bisa jangan yg suruh jualan deh mas, saya ga terlalu suka jualan”

B: “Oh gitu yah, oke…oke bentar yah, saya coba telp teman saya di Jakarta”.

Setelah menghubungi teman saya, sayapun memberitahu yang bersangkutan.

B: Ok, …kata teman saya dia sedang butuh admin untuk input penjualan.

A: “Waduh pak, saya ga bisa komputer”

B: “Ok, mengapa ga bisnis saja”

A: “Wah, itu butuh modal pak, saya ga punya modal”

B: ” Oke, kalau misalnya saya ada teman yang bisa membantumu bisnis dg modal kecil/tnpa modal?”

A: “Itu pasti MLM multi level yah?, kalau yang kayak gituan nggak deh pak,gak suka MLM saya pak”

He..he…Saya belum selesai menjelaskan namun rasanya mendadak kehilangan kesabaran untuk membantu orang ini.

Banyak orang susah bukan karena ga ada KESEMPATAN, namun masalahnya ada pada SIKAPNYA

Teringat pesannya Jack Ma sang pendiri Alibaba, didunia ini orang yang paling sulit dilayani adalah orang BERMENTAL MISKIN.

Dikasih gratis “Saya mau diperalat apa nih?”,

dikasih murah “Ini pasti barang jelek”,

dikasih yang bagus “Ini pasti mahal”,

dikasih yang modern, “Saya ga berpengalaman”,

dikasih yang mudah, “Ah itu tradisional”

Hilangkan mental miskin…
Belajarlah untuk ber- MENTAL KAYA…
apapun harus dipelajari, dicoba, & dijalankan BUKA HATI LEBIH BESAR tentunya dengan KEJUJURAN dan KESABARAN

Ini bagus buat bahan renungan :

“Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani”.

Diberi suatu peluang dengan gratis mereka pikir jebakan.
Ditawarkan investasi kecil mereka bilang hasilnya ga banyak. Diajak investasi besar ga ada duit katanya.

Diajak melakukan hal2 baru merasa ga ada pengalaman.

Diajak jalanin bisnis tradisional
katanya berat persaingannya.

Diajak menjalankan model bisnis baru katanya Ribet

Diajak buka toko ngeluh ga bebas.

Diajak bisnis apa aja bilang ga punya keahlian.

Mereka punya kesamaan:
Nanya google, dengerin teman yg sama2 hopeless.

Mereka berpikir lebih banyak dari pada professor, namun bertindak lebih sedikit dari pada orang buta.

Tanyakan apa yg dapat mereka lakukan untuk hidup mereka, niscaya mereka ga bisa menjawab.

Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap : “SEPANJANG HIDUP MEREKA HANYA MENUNGGU”

Kawan…
Benarkah kalian mau mengubah kehidupan kalian?

Teman2 Jack Ma semua menolak saat diajak kerjasama.

Semua menunggu hasil Jack Ma.

Namun saat dia sukses dgn Alibaba, teman2 nya sdh tak sanggup utk ikut menikmati karena saham Alibaba sdh tak terbeli oleh mereka.

Sebagian lainnya hanya bergumam : “Ya dia memang beda”.

Ya… Jack Ma beda.
Bukan beda dari makanannya krn dia pun org biasa.

Bukan beda dari kecerdasan karena dia pun hanya guru bahasa inggris.

Tapi yg membedakan adalah ACTIONnya.

Saat kawan2 nya menunggu perubahan datang, Jack Ma melakukan sesuatu utk berubah.

Sampai kapan kita hanya menunggu dan tertinggal?

Lebih baik gagal dalam melakukan sesuatu.
Daripada tdk melakukan apa2 dalam hidup.

Kita bukan mayat hidup
Negative thinking going nowhere

Selamat pagi Frens!

Sumber: dari sebuah group WA

Leave a comment

Filed under Artikel

Orang Pintar, Orang Biasa dan Pohon Anggur 

Di sebuah kebun, tumbuh pohon anggur yang buahnya lebat dan manis. Banyak orang mengagumi pohon ajaib itu. Ada seseorang yang merasa pintar. Dia selalu berbicara tentang bagaimana pohon ini bisa tumbuh dan bahwa buahnya tidak bisa dimakan. Banyak orang disekitar desa itu percaya kepadanya karena dia terkenal pintar menganalisis dan mempelajari sesuatu. Selain itu, dia juga tidak memakan buah itu, mungkin karena gengsi dengan kata-kata yang diucapkan sendiri. Dia mengatakan akan mempelajari dulu asal usul buah ini. Setelah tahu bagaimana buah ini tumbuh, baru dia akan memakannya.

Suatu hari, ada seorang petani biasa melewati kebun itu. Dia melihat buah-buah anggur yang ranum itu dan tanpa pikir panjang memakan dan merasakan nikmatnya. Pada saat bersamaan, si orang pintar itu lewat dan melihat kejadian itu. Dia langsung menegur si petani biasa. “Hei, kenapa kamu makan buah itu? Saya kan belum selesai meneliti apakah buah itu berbahaya atau tidak. Nanti kalau kamu sakit, baru tahu rasa!”

Tanpa pikir panjang, petani itu menjawab, “ Ini jelas-jelas anggur kelas terbaik. Kalau menunggu orang pintar seperti kamu meneliti, mungkin anggurnya keburu busuk.” Dia terus memakan anggur itu, tanpa menghiraukan si pintar yang termenung.

Menganalisa sesuatu peluang itu penting, tetapi kesempatan hanya berbuah pada orang yang berani mencoba dengan melakukan tindakan.

Just, take action now !!!

Semangat pagi…
Salam sehat sejahtera!!!

Leave a comment

Filed under Artikel