Mengapa makanan organik mahal?

Makanan organik hampir selalu lebih mahal daripada makanan nonorganik. Harganya bisa lebih tinggi 20-100%. Padahal, dalam pemeliharaannya, makanan organik tidak membutuhkan biaya zat kimia, pestisida sintetis, maupun antibiotik. Apa saja yang jadi penyebabnya?

1. Lebih banyak tenaga kerja
Petani konvensional menggunakan zat kimia dan pestisida sintetis agar lebih efisien dan pekerjaan lebih cepat selesai, sehingga bisa menekan biaya produksi. Jika tidak, mereka harus merekrut pekerja untuk menyiangi rumput-rumput liar, membersihkan air yang tercemar, dan memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

2. Permintaan lebih tinggi daripada penawaran
Di Amerika Serikat, 58% warganya mengaku memilih makanan organik daripada nonorganik. Angka penjualan ritelnyapun naik dari $3,6 miliar di 1997 menjadi $21,1 miliar di tahun 2008. Meski demikian, lahan pertanian organik hanya seluas 0,9% total lahan pertanian di dunia.

Belum lagi jumlah produksi produk organik yang lebih sedikit daripada pertanian konvensional. Pasalnya, pertanian konvensional memiliki lahan dan banyak persediaan untuk menjaga harganya tetap rendah.

3. Biaya pupuk mahal
Petani konvensional menggunakan endapan limbah dan pupuk kimiawi untuk membuat tanamannya subur. Biayanya rendah, ongkos transportasinya juga murah. Namun petani organik tidak menggunakannya untuk menjaga tanaman mereka tetap alami. Mereka menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang yang ongkos transportasinya lebih mahal.

4. Rotasi tanaman
Usai memanen satu jenis tanaman, petani organik biasanya menanam tanaman lain di area tersebut. Hal ini bertujuan agar tanah mendapat nitrogen, menghindari patogen dan hama, serta memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Berbeda dengan petani konvensional yang terus menerus menanam tanaman yang sama di tempat tersebut agar produksinya banyak.

5. Ongkos transportasi mahal
Pertanian organik biasanya terletak di lahan yang jauh dari kota besar, sehingga ongkos angkutnya mahal. Belum lagi kuantitasnya sedikit dan tak boleh dicampur dengan makanan nonorganik. Ongkos transportasi makanan nonorganik bisa lebih murah karena pengirimannya dalam jumlah besar.

Sumber: detik.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s